Langsung ke konten utama

Postingan

INTRAMUROS, Spanyol Kecil di Manila

Halo para sahabat INTAI! Ada yang sudah pernah ke Filipina? Bulan lalu, mimin baru saja liburan ke Manila, ibukotanya Filipina. Setelah mendarat dari Bandara Ninoy Aquino, mimin langsung tancap gas ke Intramuros. Jaraknya kurang lebih 30 menit dari bandara kalau bebas macet. Kota ini mirip sekali dengan Jakarta, apalagi macetnya. Rasanya seperti kembali ke tanah air. Pelan- pelan pemandangan di kiri- kanan mimin mulai berubah. Jalanan yang tadinya dihiasi dengan gedung pencakar langit dan perkampungan penduduk, kini berubah menjadi sebuah kota bergaya Eropa klasik. Rupanya mimin sudah sampai. Setelah membayar ongkos taksi, mimin turun dan mulai menjajaki keindahan Intramorus yang sungguh terawat dan indah ini. Pertama- tama, mimin mengunjungi Benteng Santiago. Benteng ini dibangun oleh Spanyol saat mendirikan Kota Manila dan sempat digunakan untuk memenjarakan salah satu pahlawan nasional Filipina, José Rizal, sebelum akhirnya dieksekusi. Di sini terdapat museum yang didedi...

Perbatasan Terkutuk (Vietnam- Laos)

Perjalanan menyebrangi perbatasan kali ini benar- benar tak terlupakan. Di sleeping bus yang kami tumpangi, aku tidur di bawah sementara di atasku ada tante Turki setengah baya yang selalu panas hati. Pas aku lagi tidur, tiba- tiba dia teriak di kupingku; "Heh! Kamu nyolong syalku, yah?" "What? I was sleeping!" "Tapi kenapa syalku ada di sebelahmu?"; bentaknya  lagi. "Mana kutau? Jatoh kali!" "I don't believe you!" "Whatever! I don't care.."; sahutku ikutan emosi. Pagi- pagi udah dibikin emosi. Kampret banget! Kalau gak mau jatoh, iket tuh di kepala biar jadi kaya pendekar kesiangan. Cape, deh. Gak lama, bus kamipun berhenti di perbatasan. Karena kami berdua dari Asia Tenggara, ngantrinya beda sama yang dari Eropa. Aku sama Jessica sempet kebingungan karena gak ada yang bisa bahasa Inggris dan gak tau sebenernya harus ngantri di bagian yang mana. Untung aja ada om- om Thai yang bisa bahasa Melayu yang bantuin....

Mata Asing

Waktu kita berbaring di atas gemerlapnya pasir pantai malam itu , tiba- tiba kamu mengajukan pertanyaan yang selama ini masih terus kucari jawabannya; "Apa cita- citamu?" "Banyak", cuma itu saja jawabku, karena terlalu susah menjelaskan kalau aku punya segudang cita- cita gila. Misalnya, kerja di NatGeo, jadi penulis, bikin museum dongeng, tourguide , dsb. Singkatnya, banyak! Jujur, aku tidak tahu apa yang benar- benar pandai kukerjakan. Aku bahkan juga bingung kenapa aku belajar mandarin! Jadi, keinginan di atas sepertinya mustahil. Untuk beberapa saat, kita terdiam dalam keheningan sambil menatap lautan bintang yang sepertinya kurang cahaya, bersimpati pada jiwaku yang muram. Aku menoleh memandang matamu yang sedang mengangkasa, mencoba menerka apa yang kamu pikirkan. Mungkin cita- citamu, atau mantan yang baru mencampakkanmu bulan lalu. Setidaknya, sinar bulan puranama yang berpendar dikedua mata besar nan indah itu memberitahuku bahwa aku tak sendiri. Kita...

Ninh Binh dan Perempuan Perkasa

Untuk  mengkahiri perjalanan kami di Vietnam, aku milih ke Ninh Binh, sementara Jessi pergi kursus memasak. Ninh Binh itu versi daratnya Halong Bay. Menurutku, sih, gitu. Letaknya juga gak jauh- jauh amat dari Hanoi, paling sekitar dua jam ke selatan. Begitu sampe, kami serombongan disuruh makan di resto. Walaupun menunya cuma nasi, tahu, dan sayur, tapi karena aku udah laper banget jadi rasanya nikmaaaat tak tergantikan! Eh, pas udah mau abis aku nemu item- item di tengah nasi.. Aku mikir; "Apaan, nih?!" O MAI GAT!!! TERNYATA KECOAK!! Sumpah, aku langsung speechless .. Orang- orang yang makan bareng aku sontak pada berenti makan, kaget juga liatnya.. Aku gak muntah seperti yang kalian bayangkan, cuma minum air banyak- banyak, abis itu ambil sepeda buat keliling Ninh Binh! Try to forget that awful experience! Di sana aku diajak ke Bich Dong Pagoda sama ke gua- gua yang aku gaktau namanya. Dulu, provinsi ini merupakan pusat kerajaan Vietnam selama beberapa dinasti. ...

HA LONG BAY - VIETNAM

Keturutan juga keinginanku buat ke Ha Long Bay yang sering juga disebut sebagai "Teluk Naga" karena formasi batuan kapurnya yang menyerupai badan Naga. Jaraknya tiga jam dari Hanoi dan tempat ini merupakan salah satu dari New 7 Wonders Foundation. Katanya, kalau ke Vietnam ga afdol kalau ga ke sini karena pemandangannya yang spektakuler, terutama saat musim panas. Tapi, aku ke sininya pas kebetulan lagi musim dingin. Akhirnya, malah berasa dibawa kembali ke Jaman Jurassic. BRRRRR!!! DINGIN BANGET!!!!!! Gak nyangka Vietnam bakal sedingin Taiwan!!! Satu hal yang aku inget dari Halong Bay, AIRNYA ASIN BANGET!!!! pretty spooky, right? kayak- nya susah didayung karena aku yang dibelakang xD Maaf, Jes. Agak menyesal, sih, abis gak keliatan apa- apa. Mana hujan lagi! Grrr... Bagusnya lagi, hari berikutnya ada acara hiking! Licin dan curam! Sampe atas masih harus berjubel dan gak bisa ambil foto karena basah. Rasanya pengen marah- marah....

"Le" Familia

"It's for you! Happy Tet Holiday!!", bungkus kuepun kini telah berpindah  tangan. "Gam en!", kata si nyonya rumah, si Bu Bos. Eh, gaktaunya kami malah dipersilahkan duduk terus disuguhin pisang sama mangga muda yang rasa asemnya gak terlupakan! Sumpah! Itu mangga adalah mangga terasam yang pernah kucicipi seumur hidupku!  Kamipun ngobrol, bercanda sampe malem. Abis itu foto- foto. Yang paling senang dalam sesi ini adalah Mr. & Mrs. Le, karena mereka baru pertama diajak selfie pake kamera aksi. Hahahaha... So cute -3- Rasanya bener- bener gak pengen pergi dari tempat ini! Padahal gak ada apa- apanya, cuma seneng aja kumpul sama keluarga ini!  Sebenernya hari berikutnya aku dan Jeje udah pengen pergi ke Danang, tapi gak dibolehin sama mereka karena besok Tet Holiday. Mau dimasakin katanya. Awwwwww~ so sweet! Cuma kami, lho, tamu yang diperlakukan kaya gini! Besoknya...... Tara!!!! Makan gratis!! Hahahaha Sehabis makan ke...

Hoàng thành ( Imperial City, Hue )

Habis dari Tomb of Kai Dinh, kami mampir ke Imperial City yang terletak di pinggir Sungai Huong. Pas banget lagi ada pasar bunga karena mau imlek! Di sana biasa aja sih, kaya "monas"nya Vietnam. Banyak yang jual jajanan, piknik, foto- foto, sama pacaran di sana! Kami di sini kena tipu harga jajanan yang dinaikkin empat kali lipat! Jadi sebelum beli, mendingan liatin orang lokal dulu bayar berapa karena tempat ini touristy banget! Btw kalian juga bisa masuk ke dalem gerbangnya. Dibuka untuk umum mulai jam 8.30 - 17.30 setiap hari tapi harus bayar 2USD (48000 Dong). Kalau kami gak masuk karena gak tau.  Gak lama kami di situ, hujan mulai turun. Akhirnya kami buru- buru cabut ke mall. Ngadem, makan, nonton, belanja make up ( di sana kursnya lebih rendah jadi murah banget!), dan beli kue buat keluarga Hieu karena besok adalah TET HOLIDAY!!!

Marble Mountain, Hue!

Besoknya, kami pergi ke Marble Mountain ( NgÅ© Hành SÆ¡n ) yang lokasinya berada di tengah Hue dan Hoi An. Sebenernya bukan gunung, sih. Tapi bukit batu yang tersusun dari lima gunung batu yang berbentuk seperti pilar. Masing- masing pilar mewakili sebuah elemen; air, api, angin, tanah, dan metal. Makannya, gunung ini juga disebut Gunung Lima Elemen. Dari namanya aja, udah keliatan kalau gunung ini merupakan situs agama Buddha. Di guanya, kalian bisa liat banyak relief rumit dan patung yang langsung dipahat didinding gua!  Pas masuk kukira cuma gua biasa, tapi ternyata dalemnya bagus! Apalagi pas sampe dibagian atap gua yang bolong! Kita bisa liat sorotan sinar matahari yang bergerak ngikutin relief tentang perjalanan Buddha setiap jamnya! Bener- bener kreatif orang jaman dulu! Tiket masuknya yang cuma 20.000 Dong benar- benar worth it! Kalau belum puas, kalian bisa pergi ke bagian lain dan naik lift sampai ke atas, tapi ada tambahan biaya lain. ...

Tomb of Kai Dinh, Hue

"Hieu!! Thank you so much! I found the bus and my camera!!!" "Hieu" atau yang biasa dipanggin "Bun" adalah anak termuda, putra satu- satunya dari empat bersaudara dari si empunya hostel. Cakep, lho! Sayang masih bocah! Udah pinter, baik, tajir lagi. Bisa main piano, gitar, kelola penginapan, sama bisa ngomong bahasa Perancis! Definetely dia adalah tipe cowo idaman kalau aku masih SMP! "Oh, congratulations!", sahut Linh, anak perempuan tertua dikeluarga itu. Bahasa inggrisnya gak sejago si Bun. Si Ninh, anak ketiga perempuanpun ikutan imbrung. Kamipun larut dalam obrolan dipagi itu. "Kriiing.....kriiing!!", telepon hostel berdering. "Hello...Ruby's Hostel! What can I help you?" "CYNTHIA!! Where is Cynthia?", terdengar suara panik Jessica. "Cyn, it's for you.." "Cynn!!!! Tolongin gue dong!!!" "Lu dimana, Jes?!" "Gak tau, nih! Di hotel sama bule!" "Bule ...

Found the Real Vietnam in Hue

Jam lima pagi hari berikutnya, sampailah kami di Stasiun Hue. Masih dalam kondisi tidur nyenyak karena lelah, tiba- tiba kaget diteriakin! "!@$%^&!!" Pokoknya aku tau kalau disuruh turun. Buru- buru kami turun dan lari cari tempat berteduh karena hujan deras. Biasanya kalau lagi hujan aku reflek meluk kameraku.. Tapi.. Lho, kok ga ada? "JEES!!! KAMERAKU!!!" Aku baru sadar kameraku ketinggalan di bus. Plis deeh, baru aja tiga hari lalu kameraku ketinggalan di hostel Bangkok!!! Aku langsung nerobos hujan nyari busku! Ada ratusan bus di sana dan warnanya mirip- mirip. Gak keliatan jelas lagi gara- gara hujan deres! Mana rame dan semuanya gak bisa bahasa inggris!! Ternyata abis nge-drop kami busnya langsung pergi! Aaaaghhh! Frustrasi dan cuma bermodalkan bekas tiket lusuh, akhirnya ada sopir taksi baik yang kasih aku nomor hp bisnya. (baik tp kagak tulus maksa2 naik taksi dia) huff..Plis bro! Kemana aja belum tau, lu ribut taksi, mana kepikiran? Putus harapan...

Tet Holiday - Tiket Habis, Terdampar di Pleiku

Karena merupakan bekas jajahan Cina, Vietnam menerima banyak pengaruh budaya Cina. Mulai dari makanan, hari raya, dan pakaian tradisional. Bahkan, bahasanyapun juga banyak yang mirip! Aku baru sadar setelah sampai di Stasiun Pleiku waktu mau beli tiket ke Hanoi kalau Vietnam udah memasuki masa perayaan TET HOLIDAY, yang tak lain adalah Tahun Baru Imlek!  Jadi bank, kantor pos, dll semua tutup selama dua minggu! YASS! DUA MINGGU! Jadi, di stasiun cuma ada dua gerai tiket yang buka! Cacadnya, mereka cuma jual tiket sisa dan harganya dua kali lipat! Lebih parahnya, cuma ada satu mbak yang bisa bahasa inggris. Ngomong sama diapun tetap menguras emosi. “Do you have two tickets to Hoi An?” “No! No! Full!” “To Hanoi?” “All full booked! Tet holiday!” “So which ticket that still available? We’ll buy it! But we’re not going to Hociminh!” “No no no...” (Gangerti, arrgh!!) Aku noleh ke Jesi, “Jes, ngapain dia buka kalau uda sold out ?” “Tau t...

Perbatasan LIMA MENIT! Kamboja- Laos ( Ratanakiri - Pleiku)

Pertamanya, aku pengen nyebrang lewat rute Phnom Penh - Ho Chi Minh, tapi males karena jauh dan musti ke selatan. Lagian kalau dipikir- pikir, aku gak pengen banget ke Phnom Penh dan Ho Chi Minh. Akhirnya, aku memutuskan langsung pergi ke daerah tengah Vietnam, terus naik ke Hanoi dengan rute. Siam Reap - Ratanakiri - Pleiku. Perbatasan ini dibuka belum lama, jadi agak deg- degan sih... Siam Reap - Ratanakiri - Pleiku.  Di Pub Street banyak, kok, jasa travel yang jual tiket kemanapun kamu mau pergi. Aku pesen tiket bus di sana juga seharga 33USD, katanya sih BUS VIP! Pas busnya dateng, aku sama Jeje cuma bisa melongo...MIRIP BUSPUN ENGGA! Lebih mirip travel bodol dengan 12 penumpang! Gila gak! Pas busnya jalan, ratusan kecoa keluar. Dari sela- sela kursi, jok mobil, dan lubang ac yang rusak itu. KECOA! Haduuuhhh!!!!! Gak cuma satu dua, lho! Anaknya kecil- kecil juga pada merambat di kaki dan tangan kami! Rasanya mau gila duduk di bus itu. Mana panas, bau, pengap, kot...

Siam Reap, Kamboja

Akhirnya setelah Lijun "kuusir" dari hotel, aku langsung tidur karena jam tujuhnya, kami udah harus nunggu jemputan bis dari stasiun yang entah ada di mana. 6.50 pagi. Aku ketiduran, tapi entah kenapa bangun padahal gak pake alarm. "JEEEES!!! BANGUUUN!!!! UDAH JAM TUJUH!!!" "APAAA?!!!"  Entah bagaimana caranya, kami langsung loncat dari kasur, lari keluar, cari taksi, dan sampai di sana tepat pukul tujuh! Benar- benar sepuluh menit paling produktif sepanjang hidupku.. Sesampainya di stasiun kami langsung lari- lari nyari KFC tapi gak ketemu. Entah kenapa, susah banget komunikasi sama orang sana. Gak ada yang tau KFC itu apa!!! Ternyata, oh ternyata, KFCnya udah tutup! DASAR EDAN SUPIR BISNYA! Haiyaaa!! Gak lama, kami dijemput taksi pribadi dan dilempar ke tuk- tuk, baru sampai ke pemberhentian bis. Akhirnyaaa~~~ Perjalanan panjangpun dimulai! Setelah perjalanan yang melelahkan di dalam sleeping bus, akhirnya aku tiba di perbatasan Thai- Kamboja (Arany...