Langsung ke konten utama

Postingan

Found the Real Vietnam in Hue

Jam lima pagi hari berikutnya, sampailah kami di Stasiun Hue. Masih dalam kondisi tidur nyenyak karena lelah, tiba- tiba kaget diteriakin! "!@$%^&!!" Pokoknya aku tau kalau disuruh turun. Buru- buru kami turun dan lari cari tempat berteduh karena hujan deras. Biasanya kalau lagi hujan aku reflek meluk kameraku.. Tapi.. Lho, kok ga ada? "JEES!!! KAMERAKU!!!" Aku baru sadar kameraku ketinggalan di bus. Plis deeh, baru aja tiga hari lalu kameraku ketinggalan di hostel Bangkok!!! Aku langsung nerobos hujan nyari busku! Ada ratusan bus di sana dan warnanya mirip- mirip. Gak keliatan jelas lagi gara- gara hujan deres! Mana rame dan semuanya gak bisa bahasa inggris!! Ternyata abis nge-drop kami busnya langsung pergi! Aaaaghhh! Frustrasi dan cuma bermodalkan bekas tiket lusuh, akhirnya ada sopir taksi baik yang kasih aku nomor hp bisnya. (baik tp kagak tulus maksa2 naik taksi dia) huff..Plis bro! Kemana aja belum tau, lu ribut taksi, mana kepikiran? Putus harapan...

Tet Holiday - Tiket Habis, Terdampar di Pleiku

Karena merupakan bekas jajahan Cina, Vietnam menerima banyak pengaruh budaya Cina. Mulai dari makanan, hari raya, dan pakaian tradisional. Bahkan, bahasanyapun juga banyak yang mirip! Aku baru sadar setelah sampai di Stasiun Pleiku waktu mau beli tiket ke Hanoi kalau Vietnam udah memasuki masa perayaan TET HOLIDAY, yang tak lain adalah Tahun Baru Imlek!  Jadi bank, kantor pos, dll semua tutup selama dua minggu! YASS! DUA MINGGU! Jadi, di stasiun cuma ada dua gerai tiket yang buka! Cacadnya, mereka cuma jual tiket sisa dan harganya dua kali lipat! Lebih parahnya, cuma ada satu mbak yang bisa bahasa inggris. Ngomong sama diapun tetap menguras emosi. “Do you have two tickets to Hoi An?” “No! No! Full!” “To Hanoi?” “All full booked! Tet holiday!” “So which ticket that still available? We’ll buy it! But we’re not going to Hociminh!” “No no no...” (Gangerti, arrgh!!) Aku noleh ke Jesi, “Jes, ngapain dia buka kalau uda sold out ?” “Tau t...

Perbatasan LIMA MENIT! Kamboja- Laos ( Ratanakiri - Pleiku)

Pertamanya, aku pengen nyebrang lewat rute Phnom Penh - Ho Chi Minh, tapi males karena jauh dan musti ke selatan. Lagian kalau dipikir- pikir, aku gak pengen banget ke Phnom Penh dan Ho Chi Minh. Akhirnya, aku memutuskan langsung pergi ke daerah tengah Vietnam, terus naik ke Hanoi dengan rute. Siam Reap - Ratanakiri - Pleiku. Perbatasan ini dibuka belum lama, jadi agak deg- degan sih... Siam Reap - Ratanakiri - Pleiku.  Di Pub Street banyak, kok, jasa travel yang jual tiket kemanapun kamu mau pergi. Aku pesen tiket bus di sana juga seharga 33USD, katanya sih BUS VIP! Pas busnya dateng, aku sama Jeje cuma bisa melongo...MIRIP BUSPUN ENGGA! Lebih mirip travel bodol dengan 12 penumpang! Gila gak! Pas busnya jalan, ratusan kecoa keluar. Dari sela- sela kursi, jok mobil, dan lubang ac yang rusak itu. KECOA! Haduuuhhh!!!!! Gak cuma satu dua, lho! Anaknya kecil- kecil juga pada merambat di kaki dan tangan kami! Rasanya mau gila duduk di bus itu. Mana panas, bau, pengap, kot...

Siam Reap, Kamboja

Akhirnya setelah Lijun "kuusir" dari hotel, aku langsung tidur karena jam tujuhnya, kami udah harus nunggu jemputan bis dari stasiun yang entah ada di mana. 6.50 pagi. Aku ketiduran, tapi entah kenapa bangun padahal gak pake alarm. "JEEEES!!! BANGUUUN!!!! UDAH JAM TUJUH!!!" "APAAA?!!!"  Entah bagaimana caranya, kami langsung loncat dari kasur, lari keluar, cari taksi, dan sampai di sana tepat pukul tujuh! Benar- benar sepuluh menit paling produktif sepanjang hidupku.. Sesampainya di stasiun kami langsung lari- lari nyari KFC tapi gak ketemu. Entah kenapa, susah banget komunikasi sama orang sana. Gak ada yang tau KFC itu apa!!! Ternyata, oh ternyata, KFCnya udah tutup! DASAR EDAN SUPIR BISNYA! Haiyaaa!! Gak lama, kami dijemput taksi pribadi dan dilempar ke tuk- tuk, baru sampai ke pemberhentian bis. Akhirnyaaa~~~ Perjalanan panjangpun dimulai! Setelah perjalanan yang melelahkan di dalam sleeping bus, akhirnya aku tiba di perbatasan Thai- Kamboja (Arany...

SIAM NIRAMIT - My Very First Date

19 Januari 2017 Siangnya, aku sama Jeje pergi nonton pertunjukan Siam Niramit. Bisa naik MRT ke sana dan ada free shuttle bus- nya :) Emang si tiketnya agak mahal antara 1200an Bath. Tapi kalau beli online, cuma 800an aja! Kalau gak salah pertunjukannya mulai jam enam sampai delapan malam. Kami sengaja datang jam empat dan jalan- jalan di Desa Wisatanya! Di sana kalian bisa lihat gajah, foto sama ladyboy cantik, nyobain makanan khas Thai (gratis), belanja sovenir, liat cara pemintalan sutera, minta gelang berkat dari tetua adat, dan nonton tari tradisional Thailand! Kalian juga bisa ikutan joget bareng mereka! Tempatnya instagrammable banget! Dijamin gak bakalan bosen! Tepat pukul enam, pertunjukanpun dimulai! GILAAA!!!! AKU NONTON SAMPE MELOMPONG! BREATHTAKING!!! BAGUS BANGET!!! Ceritanya tentang sejarah kerajaan Thai jaman dulu, sama penggambaran surga dan neraka menurut versi mereka yang dilatarbelakangi agama Buddha. ADA PASUKAN GAJAH, KOLAM DI ATAS PANGGUNG, HUJAN BUATAN, ...

Khao San Road - Jalan Seribu Kenangan

Akhirnya setelah diturunin di Jl. Khaosan, Jeje pesan hostel, namanya Landscape. Kalau gak salah harganya sekitar 150B semalem."Gile Jess!!! MURAH KALI!""Yoi! Ratingnya empat nih! Ada foto bule senyum gaya pake sepeda di depannya lagi! Kayaknya sih tinggal belok kanan sampai!" Setelah kami cari- cari, gak ketemu lho!!! Ketemunya malah kaya garasi tutup gitu, sampe nanya orang! Pada gaktau! Heran aku!!! Akhirnya ada om2 India yang tau... Ternyata uda pindah cuma beberapa meter di depan. DENG DENG DENG!!!! ASTAGAAAAAAAAAAA!!! Pantas gak ketemu!! Uda lampu plangnya MATI! Plangnya KECIL! kira2 seukuran ubin gitu warna biru busuk) TULISANNYA PAKE MANDARIN LAGI! Ada sih tulisan "Landscape"nya, tapi mini banget dibawah, kaya keterangan *syaratdanketentuanberlaku*Busyet deh.. Pas masuk, kami langsung dapat surprise! "AAA!! F*CK!" Jeje teriak! Begitu melangkahkan kaki, langsung ada kubangan kencing dan tai anjing, dan gaklupa anjingnya ya...

LAMBANG CINTA

LAMBANG CINTA Di Cina, cinta dilambangkan dengan sepasang bebek mandarin, atau burung bersayap satu yang kalau mau terbang harus sama pasangannya. Orang baratpun punya merpati atau angsa, yang cuma kawin sekali seumur hidupnya. Bagi kalian yang mengira Indonesia gakpunya binatang lambang cinta, KALIAN SALAH BESAR! Kita punya Mimi lan (dan) Mintuno. Binatang ini sangat terkenal dikalangan masyarakat Jawa karena selalu ditemukan berpasangan. (Orang yang tinggal di PULAU Jawa (termasuk JKT) kalau gak tau keterlaluan!) Sebenernya mereka hewan apaan si? Dulu aku kira mereka itu kepiting, ternyata bukan. Melainkan adalah sejenis katam berekor panjang (Belangkas). Dibanding hewan lambang cinta negara lain, punya kita emang bentuknya paling creepy. Tapi buatku, Mimi lan Mintuno itu hewan TEROMANTIS sejagat! Soalnya, Mimi si betina selalu menggendong Mintuna, si jantan, karena ukurannya yang lebih besar. Dengar- dengar, kalau mereka dipisahkan, dua- duanya bakal mati. Satu lagi aturan...