Langsung ke konten utama

Broken Home = Broken Heart

Hey readers :)
Now I want to talk about
Broken Home = Broken Heart
Yup! Kenapa tema ini yang gw pilih kali ini? Cause banyak temen gw yang berasal dari kalangan ini. Gw gak nyangka banget waktu mereka cerita tentang keadaan keluarga yang gak harmonis, ortunya berpisah, dll. N setelah gw denger cerita itu, gw bersyukur banget punya keluarga yang adem ayem. Mama n papa paling kalo berantem gara2 soal masakan, n kalo salah satu marah, pasti yang lain ngalah. So, nggak sampe menyulut api emosi.
.
.
Tau gak si, waktu temen gw cerita, gw jadi ikutan ngerasa sedih, sakit, n gw bener2 jadi nyesek. Gw bener2 pingin peluk mereka n nangis bareng mereka, tapi gak mungkin karena itu didalem kelas. ==
Gw ngebayangin. Gimana kalo gw yang ada diposisi mereka? Yang tiap hari orang tuanya ribut, pukul- pukulan, pisah ranjang, bahkan sampe cerai. OMD! Bisa gila gw!
But, gw salut..Bener2 sejuta salutnya sama temen2 gw yang bisa nglewatin semua ini dengan hati kuat, tegar, n semangat selalu. :)
Gw mikir, mereka tuh hatinya terbuat dari apaan sih?
Pasti hati mereka bener2 patah, ancur lebur jadi debu. Emosi n air mata mereka pasti juga terkuras.
.
.
Teman, itu pasti sakit n mengecewakan
Pasti berat rasanya
Hidup di rumah serasa bagai neraka
But jangan patah semangat ya..
Yakinilah
Tuhan itu sayang kalian
Walau pelan
Tapi pasti
Dia akan selalu menolong
Dan menyembuhkan hati yang hancur :)
.
.
So, jangan patah arang..
Tau gak si? Lo harus beryukur atas hidup yang udah Tuhan kasih..
Jangan sia- siain hidup lo gara2 orang tua lo..
Buktiin ke mereka, kalo lo itu bisa jadi seseorang..OKOK? :)
GBU :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mata Asing

Waktu kita berbaring di atas gemerlapnya pasir pantai malam itu , tiba- tiba kamu mengajukan pertanyaan yang selama ini masih terus kucari jawabannya; "Apa cita- citamu?" "Banyak", cuma itu saja jawabku, karena terlalu susah menjelaskan kalau aku punya segudang cita- cita gila. Misalnya, kerja di NatGeo, jadi penulis, bikin museum dongeng, tourguide , dsb. Singkatnya, banyak! Jujur, aku tidak tahu apa yang benar- benar pandai kukerjakan. Aku bahkan juga bingung kenapa aku belajar mandarin! Jadi, keinginan di atas sepertinya mustahil. Untuk beberapa saat, kita terdiam dalam keheningan sambil menatap lautan bintang yang sepertinya kurang cahaya, bersimpati pada jiwaku yang muram. Aku menoleh memandang matamu yang sedang mengangkasa, mencoba menerka apa yang kamu pikirkan. Mungkin cita- citamu, atau mantan yang baru mencampakkanmu bulan lalu. Setidaknya, sinar bulan puranama yang berpendar dikedua mata besar nan indah itu memberitahuku bahwa aku tak sendiri. Kita...

Mimpi diSiang Bolong

Kamis, 26 Agustus 2010 pukul 02.00 Wow, kulihat gambar kartun keluarga kudus yang menjepit seorang anak laki2 ditengahnya (sepertinya kartun Latin ) berputar- putar saat malam hari dilangit dekat rumahku...Langsung ku ambil kamera untuk mengabadikan momen tersebut...Setelah mengambil gambar aku penasaran pada kartun tersebut..Akupun meniru berputar- putar selama 3 kali sambil angkat tangan kanan, dan tanpa diduga- duga aku ditarik kelangit....Sampai sekarang, aku tak tau siapa yang menarikku.... - - Aku terbangun dengan posisi terlentang..Entah dimana..tubuhku tak bisa kugerakkan, beku..Aku juga susah bernafas seperti hidungku mampet saat pilek...Disana sangatttt pengap, padahal ruangannya luas... - Tiba- tiba, kulihat ada sebuah surat terbuka dihadapanku..Surat tersebut memakai Bahasa Inggris...Lalu, aku mendengar suara orang membaca surat tersebut, tapi tak ada orang disekitar situ...Suara tersebut samar, tapi kucoba dengarkan. Suara tersebut semakin jelas. Tapi aku tak tau artinya ...