Langsung ke konten utama

Pincang- pincang begini, gw bisaa!!! :D

Sampe sekarang gw nulis diblog inipun, kaki gw masih aja linu- linu...
Tapi udah ga selinu minggu kemaren sih..hehe :)
Yah, Senen kemaren akhirnya guru gw maksa gw lari walo kaki gw masih sakit karena gak ada pilihan lain... Lari kali ini tu buat ujian kenaikan kelas.. Jadi, ya apa boleh buat...
Pagi- pagi, gw bawa ipod, anduk, n lari..
Of course dengan kaki yang pincang sebelah.. Rasa linu n "cleng- clengan" disetiap langkah gw bikin gw pengen mati di puteran- puteran pertama.
Tapi akhirnya, setelah gw lari 3 puteran, rasa sakit itu udah gak kerasa.. Kaki gw udah mati rasa..
Yaudah deh, gw lari 5 kali(diitung nilai remed. Gw gak kuat 6 kali dengan kaki begini)
Pas lari itu rasanya mau pingsan, muka merah kebakar, ngos- ngosan, terpincang- pincang.
Temen gw yang dibelakang ngira gw mau pingsan gara2 badan gw sempoyongan gara- gara kaki yang gak seimbang..
Dia teriak, "Aduh! Pingsan dah tuh! A...aa..aa" -___-
"Woy, gw ga pingsan"....
.
Tuntas sudah semua perjuangan gw hari ini... Gw berhasil sampe diurutan kedua...
Hohohoohoho!!
Tapi gw jadi mual- mual n akhirnya muntah- muntah... -__-
Pelajaran Pak AW pun jadi gak nyantel sama sekali...
Ya sudahlah! Yang penting nilai gw tuntas... :)
Thanks Goood!! ^^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ninh Binh dan Perempuan Perkasa

Untuk  mengkahiri perjalanan kami di Vietnam, aku milih ke Ninh Binh, sementara Jessi pergi kursus memasak. Ninh Binh itu versi daratnya Halong Bay. Menurutku, sih, gitu. Letaknya juga gak jauh- jauh amat dari Hanoi, paling sekitar dua jam ke selatan. Begitu sampe, kami serombongan disuruh makan di resto. Walaupun menunya cuma nasi, tahu, dan sayur, tapi karena aku udah laper banget jadi rasanya nikmaaaat tak tergantikan! Eh, pas udah mau abis aku nemu item- item di tengah nasi.. Aku mikir; "Apaan, nih?!" O MAI GAT!!! TERNYATA KECOAK!! Sumpah, aku langsung speechless .. Orang- orang yang makan bareng aku sontak pada berenti makan, kaget juga liatnya.. Aku gak muntah seperti yang kalian bayangkan, cuma minum air banyak- banyak, abis itu ambil sepeda buat keliling Ninh Binh! Try to forget that awful experience! Di sana aku diajak ke Bich Dong Pagoda sama ke gua- gua yang aku gaktau namanya. Dulu, provinsi ini merupakan pusat kerajaan Vietnam selama beberapa dinasti. ...

Mata Asing

Waktu kita berbaring di atas gemerlapnya pasir pantai malam itu , tiba- tiba kamu mengajukan pertanyaan yang selama ini masih terus kucari jawabannya; "Apa cita- citamu?" "Banyak", cuma itu saja jawabku, karena terlalu susah menjelaskan kalau aku punya segudang cita- cita gila. Misalnya, kerja di NatGeo, jadi penulis, bikin museum dongeng, tourguide , dsb. Singkatnya, banyak! Jujur, aku tidak tahu apa yang benar- benar pandai kukerjakan. Aku bahkan juga bingung kenapa aku belajar mandarin! Jadi, keinginan di atas sepertinya mustahil. Untuk beberapa saat, kita terdiam dalam keheningan sambil menatap lautan bintang yang sepertinya kurang cahaya, bersimpati pada jiwaku yang muram. Aku menoleh memandang matamu yang sedang mengangkasa, mencoba menerka apa yang kamu pikirkan. Mungkin cita- citamu, atau mantan yang baru mencampakkanmu bulan lalu. Setidaknya, sinar bulan puranama yang berpendar dikedua mata besar nan indah itu memberitahuku bahwa aku tak sendiri. Kita...

Klepon Isi Cinta Infiniti

Namanya juga anak rantau. Dulu SMA uda 3 tahun jarang bgt pulang, kuliah uda 2 th. Sekalinya pulang, aku curhat ke mama. "Ma, aku pengen klepon deh. Dah lama gak makan.." "Oke,  sesuk nek ana sing ider yo .."  (besok kalo ada yg jualan ya) Besoknya,.. "Ma! Bawa apaan tuh?! Gede banget! Oleh2 buat siapa?" "O! Ini apik2 (bagus2)buat kamu!" "Wa! Makasih maa!!!!" Pikirku, "Wah, mama tumben banget. Beliin apa ya?" Eh.. Pas dibuka, aku gaktau harus seneng, sedih, ketawa, marah, atau bingung..SPEECHLESS! Itu bungkusan isinya KLEPON, TUJUH BUNGKUS! SEBUNGKUS ISI SEPULUH PULA! "MAAA?! Mau kasi makan gajah?!" "Lhooooo, katane pengen!" (kata mamaku dengan ekspresi super innocent kyk newborn baby Dalam hatiku "Gilak! KLEPON SEGEDE BAKSO! 70 BIJI!" #terbengong-bengong "Orak sisan sing dodol dipek mantu?" (gak sekalian yang jual dijadiin menantu?) "Ma, bantuin makan dong...