Langsung ke konten utama

Wisata Kuliner di Solo- 26 Juni 2012

"Lama bangeeeeet!!!" -__-
"Buset macetnyoooooo!!"
"Haissss!! Bokonge kotak kii!!"
Perjalanan ke Solo ternyata memakan waktu yang sangat lama. Biasanya, kalo dari Pekalongan ke Solo cuma 4 jam, tapi ini sampe 7 jam!! Gila, aku udah BT maksimal waktu itu. Begitu masuk ke perbatasan Solo aku seneng banget! Haisssss!! Akhirnya sampe jugaa -3- =.=
Karena udah siang, aku, iik, mama, Sisca, n Jessica laper. Kami muter- muter nyari makanan selama beberapa menit, dan akhirnya makan bakso di rumah makan apaaaa gitu, aku lupa..Rumah Makan ini dipilih soalnya rame dan kami bingung mau makan dimana..hehehe..
Ternyata baksonya uenak tenan! :9 Gak salah pilih deh! :9
.
Nah, setelah perut kenyang, kami berlima langsung check in di Hotel Diamond secara gratis sampai tanggal 29 nanti, karena omku ada kenalan sama orang dalem. :P
Hbis naro barang, kami mutusin buat jalan- jalan di sebuah komplek pasar, tepatnya disekitar Jl. Dr. Rajiman.
Disana kami makan satu jenis makanan yang belum pernah aku liat ato makan seumur hidupku, yaitu "Gempol Pleret." Ternyata rasanya nggak enak..-__- Mungkin itu tergantung yang bikin kali ya...


Habis makan Gempol Pleret yang rada-rada hambar itu, aku masuk ke satu toko yang jualan paatung- patung Katolik (inget pesenannya Reyner), dan...WOW! Waktu aku masuk ke dalem toko itu, ternyata itu rumah kuno yang penuh sama barang- barang, patung, dan foto- foto kuno yang keren banget! Keren dah! Bangunan n isinya klasik bangeeet!! ^^
Terus aku ketemu tante yang jual n bilang mau nyari patung Santo Ignatius, cuma disana gak ada. Adanya patung Fransiscus.. U.U


Ini dia dalem tokonya. Sayang, aku buru- buru ambil fotonya. Jadi jelek deh hasilnya -_- Tapi kalo liat sendiri itu... Sesuatu ^3^
.
Setelah puas muterin daerah situ, kami pulang, mandi, terus pergi ke bioskop nonton "Snowwhite and The Huntsman" Filmnya keren bangeeet!! Gak nyesel deh nonton!! :D
Ga terasa udah malem n kami belom makan. Akhirnya kami ke foodcourt n makan.. :)
Siska pesen spaggethi n aku pesen lasagna.

Ini dia fotonya, mungkin terlihat menjijikan, cuma itu lezatos banget :9
Wew~ Perutpun sudah diisi sama makanan mantap tersebut. Kamipun pulang ke hotel dan langsung tidur gara- gara kecapean...


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ninh Binh dan Perempuan Perkasa

Untuk  mengkahiri perjalanan kami di Vietnam, aku milih ke Ninh Binh, sementara Jessi pergi kursus memasak. Ninh Binh itu versi daratnya Halong Bay. Menurutku, sih, gitu. Letaknya juga gak jauh- jauh amat dari Hanoi, paling sekitar dua jam ke selatan. Begitu sampe, kami serombongan disuruh makan di resto. Walaupun menunya cuma nasi, tahu, dan sayur, tapi karena aku udah laper banget jadi rasanya nikmaaaat tak tergantikan! Eh, pas udah mau abis aku nemu item- item di tengah nasi.. Aku mikir; "Apaan, nih?!" O MAI GAT!!! TERNYATA KECOAK!! Sumpah, aku langsung speechless .. Orang- orang yang makan bareng aku sontak pada berenti makan, kaget juga liatnya.. Aku gak muntah seperti yang kalian bayangkan, cuma minum air banyak- banyak, abis itu ambil sepeda buat keliling Ninh Binh! Try to forget that awful experience! Di sana aku diajak ke Bich Dong Pagoda sama ke gua- gua yang aku gaktau namanya. Dulu, provinsi ini merupakan pusat kerajaan Vietnam selama beberapa dinasti. ...

Perbatasan Terkutuk (Vietnam- Laos)

Perjalanan menyebrangi perbatasan kali ini benar- benar tak terlupakan. Di sleeping bus yang kami tumpangi, aku tidur di bawah sementara di atasku ada tante Turki setengah baya yang selalu panas hati. Pas aku lagi tidur, tiba- tiba dia teriak di kupingku; "Heh! Kamu nyolong syalku, yah?" "What? I was sleeping!" "Tapi kenapa syalku ada di sebelahmu?"; bentaknya  lagi. "Mana kutau? Jatoh kali!" "I don't believe you!" "Whatever! I don't care.."; sahutku ikutan emosi. Pagi- pagi udah dibikin emosi. Kampret banget! Kalau gak mau jatoh, iket tuh di kepala biar jadi kaya pendekar kesiangan. Cape, deh. Gak lama, bus kamipun berhenti di perbatasan. Karena kami berdua dari Asia Tenggara, ngantrinya beda sama yang dari Eropa. Aku sama Jessica sempet kebingungan karena gak ada yang bisa bahasa Inggris dan gak tau sebenernya harus ngantri di bagian yang mana. Untung aja ada om- om Thai yang bisa bahasa Melayu yang bantuin....

Mata Asing

Waktu kita berbaring di atas gemerlapnya pasir pantai malam itu , tiba- tiba kamu mengajukan pertanyaan yang selama ini masih terus kucari jawabannya; "Apa cita- citamu?" "Banyak", cuma itu saja jawabku, karena terlalu susah menjelaskan kalau aku punya segudang cita- cita gila. Misalnya, kerja di NatGeo, jadi penulis, bikin museum dongeng, tourguide , dsb. Singkatnya, banyak! Jujur, aku tidak tahu apa yang benar- benar pandai kukerjakan. Aku bahkan juga bingung kenapa aku belajar mandarin! Jadi, keinginan di atas sepertinya mustahil. Untuk beberapa saat, kita terdiam dalam keheningan sambil menatap lautan bintang yang sepertinya kurang cahaya, bersimpati pada jiwaku yang muram. Aku menoleh memandang matamu yang sedang mengangkasa, mencoba menerka apa yang kamu pikirkan. Mungkin cita- citamu, atau mantan yang baru mencampakkanmu bulan lalu. Setidaknya, sinar bulan puranama yang berpendar dikedua mata besar nan indah itu memberitahuku bahwa aku tak sendiri. Kita...