Langsung ke konten utama

Tua- Tua Keladi

Okaii.. Ini adalah pengalamanku waktu dalam perjalanan pulang ke Pekalongan dari Live In.
Jadi habis turun dari angkot aku n Sisca naik bis jurusan Pekalongan. Pertamanya kami berdiri gara2 ga dapet tempat duduk. Penuh banget! Asli! Gerakin kaki aja susah banget! =.=" Akhirnya setelah kurang lebih satu jam bergelantungan diantara ketek2 penumpang yang lain, aku dan Sisca dapet tempat juga dibelakang.
Sisca duduk disebelah kiriku. Sementara, sebelah kananku mas2 berbadan SUPER JUMBO, item, brindil, monyong, mata melotot (kalo diperhatiin matanya serasa mau keluar) , jenggotan, pake baju item terusan panjang, entah apa namanya. Begitu duduk aku diem karena takut, dia diem, kami diem2an. Untung aja sebelah Sisca ibu2.
Akhirnya setelah beberapa puluh menit, mas2 itu membuka pembicaraan. Ternyata dia dari Cilacap mau kerja gitu di Pemalang. Aku sih cuma ngangguk2 aja. Yah, seengaknya ga setakut tadi.
Nah, tiba2 ada seorang kakek, sama mas2 masuk. Kakek ini udah tua banget. Aku tebak usianya sekitar 70 lebih, jalannya bungkuk, dan gemeteran. Mas ini bantuin tuh kakek naik. Tapi sayangnya, mereka berdua ga dapet tempat duduk. Akhirnya karena kasian aku nawarin tempatku ke kakek itu walaupun baru bentar duduk..
Setengah jam kemudian, mas2 serem yang tadi disebelahku berdiri terus nyuruh aku duduk. Katanya dia mau turun karena udah deket. Yaudah aku nurut. Jadilah aku disebelah kakek2 yang tadi.
Eeeeh tau ga?
Pertama tu kakek2 pegang2 lututku. Aku risih banget! Akhirnya tasku aku tindihin ditangan si kakek terus aku gencet. Perlahan2 tangannya turun! Yes!
Eeeh..ga ada lima menit kemudian ngelus2 tanganku! Dasar kakek gila! Langsung aku berdiri dan pendelikin! Dalam hati aku memaki! Udah tau gitu biar aja dia berdiri, gemeteran, kalo perlu tendang sekalian! Kampret! Kebaikan dibalas dengan kekurangajaran! Nyesel aku ngasih tempat dudukku!

Dengan gatelnya kakek itu geser ke sebelah Sisca. Untung Sisca teriak "Gausah geser! gausah geser!"
Akhirnya tu kakek nyerah dan tempat diantara Sisca dan Kakek itu diisi oleh seorang nenek2.
Aku curi2 pandang ke belakang. Si Kakek Pedo itu nyuruh aku duduk dipangkuannya! Jangan harap! Gak sudi!
Untung si mas serem yang masih berdiri (dia berdiri cuma ngasi tempat buat aku, perjalanannya ternyata masih jauh :'' ) tau dan langsung berdiri diantara aku dan si Kakek. Terus dia bilang "mbak, biar aman jangan naik bis umum" "Ya tapi ga ada angkutan mas dari Pengalusan, ya terpaksa saya naik bis"

Terus, aku liat lagi Kakek itu berulah. Nenek2 yang duduk disebelahnya tangannya juga dipegang2! Kontan Nenek itu mendelik. Mentang2 pake peci, baju koko, terus mau grepe2 boleh gitu?!! Udah untung ga aku maki2 di bis, mengingat adat kesopanan sama orang tua. Tapi aku janji, kalo aku ketemu orang kurangajar kaya gitu lagi, ga pandang bulu! Harus diberi pelajaran!

Yaweslah ya.. Pokoknya dari peristiwa ini aku dapet pelajaran. Kita sebagai kaum hawa harus waspada dengan semua orang! Dan jangan melihat orang dari penampilannya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ninh Binh dan Perempuan Perkasa

Untuk  mengkahiri perjalanan kami di Vietnam, aku milih ke Ninh Binh, sementara Jessi pergi kursus memasak. Ninh Binh itu versi daratnya Halong Bay. Menurutku, sih, gitu. Letaknya juga gak jauh- jauh amat dari Hanoi, paling sekitar dua jam ke selatan. Begitu sampe, kami serombongan disuruh makan di resto. Walaupun menunya cuma nasi, tahu, dan sayur, tapi karena aku udah laper banget jadi rasanya nikmaaaat tak tergantikan! Eh, pas udah mau abis aku nemu item- item di tengah nasi.. Aku mikir; "Apaan, nih?!" O MAI GAT!!! TERNYATA KECOAK!! Sumpah, aku langsung speechless .. Orang- orang yang makan bareng aku sontak pada berenti makan, kaget juga liatnya.. Aku gak muntah seperti yang kalian bayangkan, cuma minum air banyak- banyak, abis itu ambil sepeda buat keliling Ninh Binh! Try to forget that awful experience! Di sana aku diajak ke Bich Dong Pagoda sama ke gua- gua yang aku gaktau namanya. Dulu, provinsi ini merupakan pusat kerajaan Vietnam selama beberapa dinasti. ...

Mata Asing

Waktu kita berbaring di atas gemerlapnya pasir pantai malam itu , tiba- tiba kamu mengajukan pertanyaan yang selama ini masih terus kucari jawabannya; "Apa cita- citamu?" "Banyak", cuma itu saja jawabku, karena terlalu susah menjelaskan kalau aku punya segudang cita- cita gila. Misalnya, kerja di NatGeo, jadi penulis, bikin museum dongeng, tourguide , dsb. Singkatnya, banyak! Jujur, aku tidak tahu apa yang benar- benar pandai kukerjakan. Aku bahkan juga bingung kenapa aku belajar mandarin! Jadi, keinginan di atas sepertinya mustahil. Untuk beberapa saat, kita terdiam dalam keheningan sambil menatap lautan bintang yang sepertinya kurang cahaya, bersimpati pada jiwaku yang muram. Aku menoleh memandang matamu yang sedang mengangkasa, mencoba menerka apa yang kamu pikirkan. Mungkin cita- citamu, atau mantan yang baru mencampakkanmu bulan lalu. Setidaknya, sinar bulan puranama yang berpendar dikedua mata besar nan indah itu memberitahuku bahwa aku tak sendiri. Kita...

Klepon Isi Cinta Infiniti

Namanya juga anak rantau. Dulu SMA uda 3 tahun jarang bgt pulang, kuliah uda 2 th. Sekalinya pulang, aku curhat ke mama. "Ma, aku pengen klepon deh. Dah lama gak makan.." "Oke,  sesuk nek ana sing ider yo .."  (besok kalo ada yg jualan ya) Besoknya,.. "Ma! Bawa apaan tuh?! Gede banget! Oleh2 buat siapa?" "O! Ini apik2 (bagus2)buat kamu!" "Wa! Makasih maa!!!!" Pikirku, "Wah, mama tumben banget. Beliin apa ya?" Eh.. Pas dibuka, aku gaktau harus seneng, sedih, ketawa, marah, atau bingung..SPEECHLESS! Itu bungkusan isinya KLEPON, TUJUH BUNGKUS! SEBUNGKUS ISI SEPULUH PULA! "MAAA?! Mau kasi makan gajah?!" "Lhooooo, katane pengen!" (kata mamaku dengan ekspresi super innocent kyk newborn baby Dalam hatiku "Gilak! KLEPON SEGEDE BAKSO! 70 BIJI!" #terbengong-bengong "Orak sisan sing dodol dipek mantu?" (gak sekalian yang jual dijadiin menantu?) "Ma, bantuin makan dong...