Langsung ke konten utama

Maaf alay, lagi pengen curhat.. XD

Ketika ada temen yang nulis, "move on" itu gabisa dipaksa. Yes!! Aku setuju banget! Karena dulu, aku ngalamin sendiri #eaak. Setengah taun bersama, sisanya aku ditinggal patah hati selama satu setengah tahun.. Lama yah? Ini pertama kali aku "mengaku" looh..wkwkwkwk Yoweslah.. Mungkin karena dulu pola pikirku masih ALAY total jadi kaya gitu.. -_-" Dia adalah orang pertama yang mengajariku tentang PATAH HATI! XD Oke..

Yang sekarang ini, namanya..Ehm.. Gaperlu disebutlah..Anaknya..Yah..Gitulah..diem, minder, agak kuper, terlalu peduli penampilan, dan keras, walopun keliatannya slooowww -__-"
Menurutku, sampe sekarang kelebihannyam dia tabah stadium sejuta! Aku heran, kok aku bisa ada rasa sama orang kaya gitu.. doh.. Mana dia keliatannya takut dan ga nyaman kalo ada aku deket situ...
Sebel!! Aggh!! udah setaun ga ilang2..

Tiap kali ketemu atau kepikiran, pasti aku selalu bilang sama diri sendiri "Aku gasuka..Biasa aja.." Sampai akhirnya, aku sampai disuatu titik dimana aku "PERCAYA" kalo aku beneran biasa aja. Rasanya hampa, kosong, hitam, dan datar.. Akhirnya bisa juga netral, ga deg2an lagi, n ga kepengen nyariin. Yaudahlah.. Buat apa kita "meng-ADA-kan" diri untuk orang yang GA pernah LIAT kita.
Jadi kesannya kita buang2 energi..Dia aja ga mikirin kita, kenapa kita harus mikirin sampe cape SENDIRI? Yess!!! I did it!

Yang namanya hati nurani, mustahil mati dan dibohongi. Tapi dia bisa capek.
Omong kosong lah kalo ada orang yang mati hatinya. Yang ada, otaknya yang yakin menang melawan hatinya.
Kaya kasusku ini.. Hatiku udah terlalu capek.. Gimana engga? Mendem perasaan setaun biar dia ga menjauh. Intinya itu. Keeping a comfortable distance U.U
Aneh ya, sering ngobrol tapi dia keliatan ganyaman gitu.. Apalagi kalo aku jujur? -_-

Memang banyak rasa, seperti berbunga- bunga, kepengen ketemu, terutama harapan buat dia habis. Bukannya putus asa ato kehabisan daya, tapi ikhlas..Harus realistis..
Tapi aku akui, masih ada setitik rasa sayang tanpa pamrih, yang aku yakin pasti hilang seiring berjalannya waktu...

Lagi- lagi, aku mending nulis disini (soalnya gamungkin km baca) XD hahaha
Cuma mau minta maaf sih kalo selama ini aku gabilang. Tapi bener kok, di semua percakapan kita, disetiap senyum dan candaan, aku ga ada niat modus sedikitpun. Aku cuma pengen kamu nyaman aja temenan sama aku. Itu aja. Ga lebih..
Oh iya, makasih cuy.. Aku belajar banyak dari kamu. Mulai dari belajar menyayangi seseorang dengan tulus, ga egois, mengendalikan diri, belajar diam XD #eh, mendengarkan, dsb. Ahahahaha..maaf ya alay..
Satu lagi, ketika kamu menemukan "someone special" , nyatain aja. Tunggu aja, nanti kalo udah mendekati akhir aku juga pasti bilang..wkwkwk karena mendem, jauh lebih sakit daripada ditolak..
Terkahir, aku harap kamu menemukan sahabat yang lebih berharga dari emas,serta semua gelap yang ada padamu sekarang menjadikan bintangmu makin terang :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ninh Binh dan Perempuan Perkasa

Untuk  mengkahiri perjalanan kami di Vietnam, aku milih ke Ninh Binh, sementara Jessi pergi kursus memasak. Ninh Binh itu versi daratnya Halong Bay. Menurutku, sih, gitu. Letaknya juga gak jauh- jauh amat dari Hanoi, paling sekitar dua jam ke selatan. Begitu sampe, kami serombongan disuruh makan di resto. Walaupun menunya cuma nasi, tahu, dan sayur, tapi karena aku udah laper banget jadi rasanya nikmaaaat tak tergantikan! Eh, pas udah mau abis aku nemu item- item di tengah nasi.. Aku mikir; "Apaan, nih?!" O MAI GAT!!! TERNYATA KECOAK!! Sumpah, aku langsung speechless .. Orang- orang yang makan bareng aku sontak pada berenti makan, kaget juga liatnya.. Aku gak muntah seperti yang kalian bayangkan, cuma minum air banyak- banyak, abis itu ambil sepeda buat keliling Ninh Binh! Try to forget that awful experience! Di sana aku diajak ke Bich Dong Pagoda sama ke gua- gua yang aku gaktau namanya. Dulu, provinsi ini merupakan pusat kerajaan Vietnam selama beberapa dinasti. ...

Mata Asing

Waktu kita berbaring di atas gemerlapnya pasir pantai malam itu , tiba- tiba kamu mengajukan pertanyaan yang selama ini masih terus kucari jawabannya; "Apa cita- citamu?" "Banyak", cuma itu saja jawabku, karena terlalu susah menjelaskan kalau aku punya segudang cita- cita gila. Misalnya, kerja di NatGeo, jadi penulis, bikin museum dongeng, tourguide , dsb. Singkatnya, banyak! Jujur, aku tidak tahu apa yang benar- benar pandai kukerjakan. Aku bahkan juga bingung kenapa aku belajar mandarin! Jadi, keinginan di atas sepertinya mustahil. Untuk beberapa saat, kita terdiam dalam keheningan sambil menatap lautan bintang yang sepertinya kurang cahaya, bersimpati pada jiwaku yang muram. Aku menoleh memandang matamu yang sedang mengangkasa, mencoba menerka apa yang kamu pikirkan. Mungkin cita- citamu, atau mantan yang baru mencampakkanmu bulan lalu. Setidaknya, sinar bulan puranama yang berpendar dikedua mata besar nan indah itu memberitahuku bahwa aku tak sendiri. Kita...

Klepon Isi Cinta Infiniti

Namanya juga anak rantau. Dulu SMA uda 3 tahun jarang bgt pulang, kuliah uda 2 th. Sekalinya pulang, aku curhat ke mama. "Ma, aku pengen klepon deh. Dah lama gak makan.." "Oke,  sesuk nek ana sing ider yo .."  (besok kalo ada yg jualan ya) Besoknya,.. "Ma! Bawa apaan tuh?! Gede banget! Oleh2 buat siapa?" "O! Ini apik2 (bagus2)buat kamu!" "Wa! Makasih maa!!!!" Pikirku, "Wah, mama tumben banget. Beliin apa ya?" Eh.. Pas dibuka, aku gaktau harus seneng, sedih, ketawa, marah, atau bingung..SPEECHLESS! Itu bungkusan isinya KLEPON, TUJUH BUNGKUS! SEBUNGKUS ISI SEPULUH PULA! "MAAA?! Mau kasi makan gajah?!" "Lhooooo, katane pengen!" (kata mamaku dengan ekspresi super innocent kyk newborn baby Dalam hatiku "Gilak! KLEPON SEGEDE BAKSO! 70 BIJI!" #terbengong-bengong "Orak sisan sing dodol dipek mantu?" (gak sekalian yang jual dijadiin menantu?) "Ma, bantuin makan dong...