Langsung ke konten utama

Malaikat di Taiwan ^^

Akhir2 ini aku ngerasa sepi dan ngerasa ga ada orang yang bisa ngertiin aku..
Rasanya pengen pulang, ketemu sama sahabat2 dan keluarga yang selalu membuka pintu buatku..
Tapi aku salah.
Hari ini aku sadar, disini banyak yang peduli dan sayang sama aku.
Kalo aku kesusahan, pasti ada aja orang yang nolongin, dan pertolongan itu selalu datang tepat pada waktunya.
Ini beberapa nama malaikatku di Taiwan :
1. Kayak kemaren pas aku ga ngerti cara bayar uang pendaftaran. Ternyata harus pake slip. Untungnya aku ketemu orang Malaysia yang ambil S2 disini, jadi seengaknya dia bisa bantuin isi slipnya :''
2. Terus pas kirim barang juga. Tukang posnya sabar banget, walo aku salah isi formulir tiga kali.. Maap ya pak :'' Makasih banget lho...
3. Aku juga kenalan sama ci Jovita. Dia baik banget bantuin aku dapet kerja. Bosnya juga baik!
4. Ci Sylvy juga, temen kosku. :3 Dia unyu tapi sok judes gitu... xD Dulu pas kenal kirain galak, kejam, dan berdarah dingin. Ternyata engga!!. Sebenernya dia keibuan lho!! (tapi gengsi aja nunjukinnya) Kata2nya juga super bijak! Dia paling demen sama bebek dan snack! Kalo aku ada apa2, dia selalu siap turun tangan...
Makasih ciciiik!! (udah berasa jadi cici kandung) xD ^^
5, Agnes dan Ko Pilip. Thanks jugaa!!!! Kalian unyu sekaliii!! (mama dan papa di Taiwan)
6. Kelly!
7. Nicko & Cik Sujin
8. Cik Sheren & Raisa (nemenin beli laptop)
Makasih semuaaaaa!! Masi banyak sih! Tapi gabisa disebut ^^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ninh Binh dan Perempuan Perkasa

Untuk  mengkahiri perjalanan kami di Vietnam, aku milih ke Ninh Binh, sementara Jessi pergi kursus memasak. Ninh Binh itu versi daratnya Halong Bay. Menurutku, sih, gitu. Letaknya juga gak jauh- jauh amat dari Hanoi, paling sekitar dua jam ke selatan. Begitu sampe, kami serombongan disuruh makan di resto. Walaupun menunya cuma nasi, tahu, dan sayur, tapi karena aku udah laper banget jadi rasanya nikmaaaat tak tergantikan! Eh, pas udah mau abis aku nemu item- item di tengah nasi.. Aku mikir; "Apaan, nih?!" O MAI GAT!!! TERNYATA KECOAK!! Sumpah, aku langsung speechless .. Orang- orang yang makan bareng aku sontak pada berenti makan, kaget juga liatnya.. Aku gak muntah seperti yang kalian bayangkan, cuma minum air banyak- banyak, abis itu ambil sepeda buat keliling Ninh Binh! Try to forget that awful experience! Di sana aku diajak ke Bich Dong Pagoda sama ke gua- gua yang aku gaktau namanya. Dulu, provinsi ini merupakan pusat kerajaan Vietnam selama beberapa dinasti. ...

Mata Asing

Waktu kita berbaring di atas gemerlapnya pasir pantai malam itu , tiba- tiba kamu mengajukan pertanyaan yang selama ini masih terus kucari jawabannya; "Apa cita- citamu?" "Banyak", cuma itu saja jawabku, karena terlalu susah menjelaskan kalau aku punya segudang cita- cita gila. Misalnya, kerja di NatGeo, jadi penulis, bikin museum dongeng, tourguide , dsb. Singkatnya, banyak! Jujur, aku tidak tahu apa yang benar- benar pandai kukerjakan. Aku bahkan juga bingung kenapa aku belajar mandarin! Jadi, keinginan di atas sepertinya mustahil. Untuk beberapa saat, kita terdiam dalam keheningan sambil menatap lautan bintang yang sepertinya kurang cahaya, bersimpati pada jiwaku yang muram. Aku menoleh memandang matamu yang sedang mengangkasa, mencoba menerka apa yang kamu pikirkan. Mungkin cita- citamu, atau mantan yang baru mencampakkanmu bulan lalu. Setidaknya, sinar bulan puranama yang berpendar dikedua mata besar nan indah itu memberitahuku bahwa aku tak sendiri. Kita...

Klepon Isi Cinta Infiniti

Namanya juga anak rantau. Dulu SMA uda 3 tahun jarang bgt pulang, kuliah uda 2 th. Sekalinya pulang, aku curhat ke mama. "Ma, aku pengen klepon deh. Dah lama gak makan.." "Oke,  sesuk nek ana sing ider yo .."  (besok kalo ada yg jualan ya) Besoknya,.. "Ma! Bawa apaan tuh?! Gede banget! Oleh2 buat siapa?" "O! Ini apik2 (bagus2)buat kamu!" "Wa! Makasih maa!!!!" Pikirku, "Wah, mama tumben banget. Beliin apa ya?" Eh.. Pas dibuka, aku gaktau harus seneng, sedih, ketawa, marah, atau bingung..SPEECHLESS! Itu bungkusan isinya KLEPON, TUJUH BUNGKUS! SEBUNGKUS ISI SEPULUH PULA! "MAAA?! Mau kasi makan gajah?!" "Lhooooo, katane pengen!" (kata mamaku dengan ekspresi super innocent kyk newborn baby Dalam hatiku "Gilak! KLEPON SEGEDE BAKSO! 70 BIJI!" #terbengong-bengong "Orak sisan sing dodol dipek mantu?" (gak sekalian yang jual dijadiin menantu?) "Ma, bantuin makan dong...