Langsung ke konten utama

行天宮 - Xing Tian Gong

Halo! Gara- gara nunggu servis laptop yang super lama, akhirnya aku jalan- jalan ke Pasar Giok, Pasar Buah, dan "Xing Tian Temple".
Sampe disana aku heran karena di luar sepi banget. Di depan pintu masuk udah berjaga2 pemandu wisata. Mereka jelasin sejarah kuil ini dari A-Z tapi sayang aku ga ngerti. Nanti deh kalo udah bisa bhs mandarin aku kesana lagi dan tulis disini. Hehehehe...
10491116_4225343808671_1716918063161611820_n
10500400_4225356608991_6293624616512445299_n
Dilihat dari foto yang si pemandu tunjuk2, kuil ini didedikasikan buat Guan Yu (Kwan Kong) yang notabene adalah dewa perang, perlindungan, dan ekonomi. Selain foto dia, ada foto beberapa temennya lagi yang aku gatau. Yang tau bisa menambahkan :D
Eh, begitu masuk... Gila! Cendol mania! -_- Manusianya astaganagaaa... Mungkin disini banyak turis, tapi 98% sembayang. Turis yang moto2... kayaknya cuma aku doang... Aku sih lebih suka Xing Tian. Soalnya suasananya lebih khusyuk dibanding di Longshan.  Hehehehe.. Oh ya, bagi yang gakuat bau dupa tenang aja. Samar banget baunya nyaris gakecium...
10427241_4225330888348_3992669072743011282_n
10511235_4225357129004_8220908714119541252_n
10527585_4225332048377_2181919982742713999_n
Ah iyaa!! Nyaris lupa! Yang paling aku suka disini itu IKAN KOINYA! GILA! BESAR, UNYU DAN GENDUT! NYAM! (sepertinya enak kalo digoreng..dagingnya itu loh....#eits) hahahahaha..
Aku sampe terkagum2. Beneran besar! Ukurannya mungkin se bayi baru lahir! Waaaa! Warnanya juga bagusss... Sepertinya koi disini hidup dalam kedamaian dan kebahagiaan. ^3^Pengen culik satuuuu aja... Tapi pasti nanti jadi buronan seluruh umat karena koi2 ini dipercaya punya kekuatan spiritual. (Makannya bisa besar2 dan warnanya terang) :3 Beda sama koi di luar kuil. Kalo koi diluar kuil cuma bawa hoki aja dan nilai spiritualnya lebih kecil daripada yang di kuil.
10525897_4225343448662_6721811403549400568_n
Ah..Jadi pengen pelihara koi.. Siapa tau jadi hoki beneran..hehehehe..
Baiklaah! Sekian dulu.. sudah malam dan pegal2..mau tidur mimpiin si koi... dadah! :D
10527646_4225363329159_5174297066597043772_n

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ninh Binh dan Perempuan Perkasa

Untuk  mengkahiri perjalanan kami di Vietnam, aku milih ke Ninh Binh, sementara Jessi pergi kursus memasak. Ninh Binh itu versi daratnya Halong Bay. Menurutku, sih, gitu. Letaknya juga gak jauh- jauh amat dari Hanoi, paling sekitar dua jam ke selatan. Begitu sampe, kami serombongan disuruh makan di resto. Walaupun menunya cuma nasi, tahu, dan sayur, tapi karena aku udah laper banget jadi rasanya nikmaaaat tak tergantikan! Eh, pas udah mau abis aku nemu item- item di tengah nasi.. Aku mikir; "Apaan, nih?!" O MAI GAT!!! TERNYATA KECOAK!! Sumpah, aku langsung speechless .. Orang- orang yang makan bareng aku sontak pada berenti makan, kaget juga liatnya.. Aku gak muntah seperti yang kalian bayangkan, cuma minum air banyak- banyak, abis itu ambil sepeda buat keliling Ninh Binh! Try to forget that awful experience! Di sana aku diajak ke Bich Dong Pagoda sama ke gua- gua yang aku gaktau namanya. Dulu, provinsi ini merupakan pusat kerajaan Vietnam selama beberapa dinasti. ...

Mata Asing

Waktu kita berbaring di atas gemerlapnya pasir pantai malam itu , tiba- tiba kamu mengajukan pertanyaan yang selama ini masih terus kucari jawabannya; "Apa cita- citamu?" "Banyak", cuma itu saja jawabku, karena terlalu susah menjelaskan kalau aku punya segudang cita- cita gila. Misalnya, kerja di NatGeo, jadi penulis, bikin museum dongeng, tourguide , dsb. Singkatnya, banyak! Jujur, aku tidak tahu apa yang benar- benar pandai kukerjakan. Aku bahkan juga bingung kenapa aku belajar mandarin! Jadi, keinginan di atas sepertinya mustahil. Untuk beberapa saat, kita terdiam dalam keheningan sambil menatap lautan bintang yang sepertinya kurang cahaya, bersimpati pada jiwaku yang muram. Aku menoleh memandang matamu yang sedang mengangkasa, mencoba menerka apa yang kamu pikirkan. Mungkin cita- citamu, atau mantan yang baru mencampakkanmu bulan lalu. Setidaknya, sinar bulan puranama yang berpendar dikedua mata besar nan indah itu memberitahuku bahwa aku tak sendiri. Kita...

Klepon Isi Cinta Infiniti

Namanya juga anak rantau. Dulu SMA uda 3 tahun jarang bgt pulang, kuliah uda 2 th. Sekalinya pulang, aku curhat ke mama. "Ma, aku pengen klepon deh. Dah lama gak makan.." "Oke,  sesuk nek ana sing ider yo .."  (besok kalo ada yg jualan ya) Besoknya,.. "Ma! Bawa apaan tuh?! Gede banget! Oleh2 buat siapa?" "O! Ini apik2 (bagus2)buat kamu!" "Wa! Makasih maa!!!!" Pikirku, "Wah, mama tumben banget. Beliin apa ya?" Eh.. Pas dibuka, aku gaktau harus seneng, sedih, ketawa, marah, atau bingung..SPEECHLESS! Itu bungkusan isinya KLEPON, TUJUH BUNGKUS! SEBUNGKUS ISI SEPULUH PULA! "MAAA?! Mau kasi makan gajah?!" "Lhooooo, katane pengen!" (kata mamaku dengan ekspresi super innocent kyk newborn baby Dalam hatiku "Gilak! KLEPON SEGEDE BAKSO! 70 BIJI!" #terbengong-bengong "Orak sisan sing dodol dipek mantu?" (gak sekalian yang jual dijadiin menantu?) "Ma, bantuin makan dong...