Langsung ke konten utama

Nanshijiao 1

Emang kamu suka mager, pikun, bingungan, bawel, suka hilangin silet, nyebelin, plin plan, dan kadang terlalu serius. Banyak permintaan aneh2, apalagi akhir2 ini..

Kalau kamu, terlalu mengkhawatirkan masa depan dengan target yg dengernya aja udah bikin pusing. Sering aku gak ngerti gimana jalan pikiranmu walau sebenarnya masuk akal.

Kalau aku? Sepertinya hanya pandai menghafal nama orang dan tak ada yg lain... Suka bingungan, apalagi soal berhitung. Tapi malah paling suka shift malam (heran kan) wkwkwk Keteledoranku yg sudah tingkat dewa selalu membuat kalian serangan jantung di pagi berikutnya. Tanganku rasa2nya selalu membuat segalanya eror dan berantakan padahal aku pegangnya biasa aja lho.

Tapi kalau aku lihat2 lagi, kelebihan kalian ada 99 persen dan satu persen itu sebenernya kekurangan yang memang manusiawi ada.
Misalnya kamu, selalu hangat, ramah dan tersenyum kepada semua orang. Meskipun lebih senior kamu gak pandang aku hina.
Kamu selalu bersedia ajarin semua berulang2 hingga mulut berbusa dan mutah2. Kalau aku buat salah, mungkin orang lain akan menertawakan ato skalian aja jatuhin aku. Tapi kamu tidak. Selalu mencari jalan menyelamatkanku, setidaknya walaupun salah aku tidak kehilangan muka.

Kalau kamu, Hon! Untuuuung kamu orangnya cekatan, dan TITI banget (teliti dan hati2). Kalo gak, aku sudah berada ditiang gantung sekarang. Mukamu unyu, apalagi kalo lagi makan. Kita sering bgt dikira kembar and it annoys you. Tapi aku malah seneng lho punya "saudara" disini. Heheheh xD
Kemampuan membelamu yg membuat pelanggan menyebalkan diam seribu bahasa, patut aku acungi jempol! Kamu tegas dan itu keren! Aku yakin, karaktermu yang pekerja keras itu akan membawamu ke puncak kesuksesan. Kalau ada rekomendasi gongdusheng teladan, namamu yg udah pasti aku tulis!

Aku bersyukur punya teman seperti kalian, yang tidak melulu berfokus pada kekuranganku dan mau menerimaku. 😆😆😆 You are beautiful people, girls!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ninh Binh dan Perempuan Perkasa

Untuk  mengkahiri perjalanan kami di Vietnam, aku milih ke Ninh Binh, sementara Jessi pergi kursus memasak. Ninh Binh itu versi daratnya Halong Bay. Menurutku, sih, gitu. Letaknya juga gak jauh- jauh amat dari Hanoi, paling sekitar dua jam ke selatan. Begitu sampe, kami serombongan disuruh makan di resto. Walaupun menunya cuma nasi, tahu, dan sayur, tapi karena aku udah laper banget jadi rasanya nikmaaaat tak tergantikan! Eh, pas udah mau abis aku nemu item- item di tengah nasi.. Aku mikir; "Apaan, nih?!" O MAI GAT!!! TERNYATA KECOAK!! Sumpah, aku langsung speechless .. Orang- orang yang makan bareng aku sontak pada berenti makan, kaget juga liatnya.. Aku gak muntah seperti yang kalian bayangkan, cuma minum air banyak- banyak, abis itu ambil sepeda buat keliling Ninh Binh! Try to forget that awful experience! Di sana aku diajak ke Bich Dong Pagoda sama ke gua- gua yang aku gaktau namanya. Dulu, provinsi ini merupakan pusat kerajaan Vietnam selama beberapa dinasti. ...

Mata Asing

Waktu kita berbaring di atas gemerlapnya pasir pantai malam itu , tiba- tiba kamu mengajukan pertanyaan yang selama ini masih terus kucari jawabannya; "Apa cita- citamu?" "Banyak", cuma itu saja jawabku, karena terlalu susah menjelaskan kalau aku punya segudang cita- cita gila. Misalnya, kerja di NatGeo, jadi penulis, bikin museum dongeng, tourguide , dsb. Singkatnya, banyak! Jujur, aku tidak tahu apa yang benar- benar pandai kukerjakan. Aku bahkan juga bingung kenapa aku belajar mandarin! Jadi, keinginan di atas sepertinya mustahil. Untuk beberapa saat, kita terdiam dalam keheningan sambil menatap lautan bintang yang sepertinya kurang cahaya, bersimpati pada jiwaku yang muram. Aku menoleh memandang matamu yang sedang mengangkasa, mencoba menerka apa yang kamu pikirkan. Mungkin cita- citamu, atau mantan yang baru mencampakkanmu bulan lalu. Setidaknya, sinar bulan puranama yang berpendar dikedua mata besar nan indah itu memberitahuku bahwa aku tak sendiri. Kita...

Klepon Isi Cinta Infiniti

Namanya juga anak rantau. Dulu SMA uda 3 tahun jarang bgt pulang, kuliah uda 2 th. Sekalinya pulang, aku curhat ke mama. "Ma, aku pengen klepon deh. Dah lama gak makan.." "Oke,  sesuk nek ana sing ider yo .."  (besok kalo ada yg jualan ya) Besoknya,.. "Ma! Bawa apaan tuh?! Gede banget! Oleh2 buat siapa?" "O! Ini apik2 (bagus2)buat kamu!" "Wa! Makasih maa!!!!" Pikirku, "Wah, mama tumben banget. Beliin apa ya?" Eh.. Pas dibuka, aku gaktau harus seneng, sedih, ketawa, marah, atau bingung..SPEECHLESS! Itu bungkusan isinya KLEPON, TUJUH BUNGKUS! SEBUNGKUS ISI SEPULUH PULA! "MAAA?! Mau kasi makan gajah?!" "Lhooooo, katane pengen!" (kata mamaku dengan ekspresi super innocent kyk newborn baby Dalam hatiku "Gilak! KLEPON SEGEDE BAKSO! 70 BIJI!" #terbengong-bengong "Orak sisan sing dodol dipek mantu?" (gak sekalian yang jual dijadiin menantu?) "Ma, bantuin makan dong...