Langsung ke konten utama

Susahnya Jadi Orang Kuat

Setelah aku pikir- pikir, sebenarnya semua ke frustrasianku ini ada baiknya juga. Aku gak nyangka bakal dapat kesempatan belajar di Taiwan dan dapat kerjaan yang baik dan bikin betah.
Dari kecil meskipun aku terlahir dari keluarga yang mapan ( gak susah lah), tapi tetep ada beberapa pengalaman yang kadang membuatku merasa aku tidak berharga, feel unloved, dan terasing.
1. Dari kecil, seingatku TK kali.. Aku sering dihajar, seingatku mungkin nyaris setiap hari. Dan kalau papa marah itu aku bakal dikunci di kamar terus dipukul pakai sapu, rotan, kemoceng, apapunlah... Pokoknya sampe dia puas. Aku dulu nangis bukan karena badan yang sakit, tapi karena luka hati. Sampe suatu hari waktu dihajar, aku gak nangis, dan itu bikin tambah papa kesetanan.
(Aku sekolah di Jakarta juga karena alasan itu sih, supaya jauh2 dari papa)

2. Waktu sekolah SMP, aku milih sekolah di negeri. Kalo gak salah, satu sekolah cuma ada 6 orang yang keturunan Chinese (kelas 1-3) dan belasan orang non muslim. Aku masi inget dikafir2in orang, dikatain DORAEMON, GENDUT (iyasih emang gendut, item lagi...) apalah macem2 pokoknya waktu puasa mau minumpun harus ngumpet dekat wc. Sedih sih dulu, apalagi ada satu guru yang kalau ngomong gak disaring, pokoknya didiskriminasi lah. Sampe capek. Untungnya temen- temenku waktu itu baik- baik.

3. Akhirnya aku sekolah di Jakarta, kembali lagi ke lingkungan yang "homogen". Tapi tetep aja, aku berbeda. Mana kalau ngomong medok, "aku- kamu", suka diketawain. Gakpapa sih bodo amat, kan famous. Tapi pernah tu sakit hati gara- gara dibercandain sama anak cowo sok ganteng tapi berotak udang, dia ngatain gini (pake tatapan menghina lagi); "Ah! Dasar anak kampung!" Sumpaah.. Pokoknya mulai dari saat itu aku giat belajar sampe aku rangking 2, sempet 1 juga...Malu dia ranking buntut! Kalah sama anak kampung! fak!

4. Setelah lulus SMA, aku mutusin ke Taiwan. Tadinya pengen ke China tapi gatot, gaktau susah gitu.. Sebenernya juga nyaris gak dapet visa sampe mohon2 ke kepsek SMA minta buatin surat kelulusan palsu. wkwkwk... Begitulah.. Mukjizat! Aku sampe gakbisa tidur dua minggu. Eh kalian tau? Sesampenya di sini... Doeeengg...
Kesepian banget, gak ada temen.. Makan sendirian... Mana gak ada kerja lagi soalnya belum bisa bahasanya.. Akhirnya nonton Doraemon dari pagi sampe malem walaupun gak ngerti Doraemonnya ngomong apa. Tiap hari kerjaannnya ngelamun... Merasa hari2 kosong...

Emang si aku berhasil memenuhi janji terhadap diri sendiri, "1 tahun harus masuk NTNU. Kalau masi gak keterima balik Indo!" Tapi, setelah masuk malah gak niat belajar mandarin... =.=" Pernah ada satu hari dimana aku pulang sekolah, waktu mau masuk asrama tiba- tiba nangis.. Capek banget rasanya. Mana dah gak pulang 2 tahun.

5. Pengalaman kerja pertama, tahun itu masih umur 18. Aku langsung masuk ke dalam terus ngomong sama bosnya pake bahasa mandarin super cacat, "Bo..bo..boleh kerja sini?" Gak nyangka respon si bos cepat banget. Doi langsung makein apron dan aku kerja DETIK ITU JUGA! Kerja di situ benar- benar gak terlupakan deh! Untuk pertama kalinya aku dikatain idiot, bego, gak punya otak, dll! Dimaki- maki, dan dilecehkan sama anak2 sma taiwan gara2 bahasa mandarinku belom bagus. Seumur idup, gakpernah tu aku digituin orang which it makes me understand kalau kerja itu susah. Akhirnya, setelah dua bulan (libur sehari doank selama dua bulan itu), aku pamit pulang indo.

Semenjak itulah aku tau apa arti dari BANTING TULANG dan
What doesn't kill you make you stronger! wkwk










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ninh Binh dan Perempuan Perkasa

Untuk  mengkahiri perjalanan kami di Vietnam, aku milih ke Ninh Binh, sementara Jessi pergi kursus memasak. Ninh Binh itu versi daratnya Halong Bay. Menurutku, sih, gitu. Letaknya juga gak jauh- jauh amat dari Hanoi, paling sekitar dua jam ke selatan. Begitu sampe, kami serombongan disuruh makan di resto. Walaupun menunya cuma nasi, tahu, dan sayur, tapi karena aku udah laper banget jadi rasanya nikmaaaat tak tergantikan! Eh, pas udah mau abis aku nemu item- item di tengah nasi.. Aku mikir; "Apaan, nih?!" O MAI GAT!!! TERNYATA KECOAK!! Sumpah, aku langsung speechless .. Orang- orang yang makan bareng aku sontak pada berenti makan, kaget juga liatnya.. Aku gak muntah seperti yang kalian bayangkan, cuma minum air banyak- banyak, abis itu ambil sepeda buat keliling Ninh Binh! Try to forget that awful experience! Di sana aku diajak ke Bich Dong Pagoda sama ke gua- gua yang aku gaktau namanya. Dulu, provinsi ini merupakan pusat kerajaan Vietnam selama beberapa dinasti. ...

Mata Asing

Waktu kita berbaring di atas gemerlapnya pasir pantai malam itu , tiba- tiba kamu mengajukan pertanyaan yang selama ini masih terus kucari jawabannya; "Apa cita- citamu?" "Banyak", cuma itu saja jawabku, karena terlalu susah menjelaskan kalau aku punya segudang cita- cita gila. Misalnya, kerja di NatGeo, jadi penulis, bikin museum dongeng, tourguide , dsb. Singkatnya, banyak! Jujur, aku tidak tahu apa yang benar- benar pandai kukerjakan. Aku bahkan juga bingung kenapa aku belajar mandarin! Jadi, keinginan di atas sepertinya mustahil. Untuk beberapa saat, kita terdiam dalam keheningan sambil menatap lautan bintang yang sepertinya kurang cahaya, bersimpati pada jiwaku yang muram. Aku menoleh memandang matamu yang sedang mengangkasa, mencoba menerka apa yang kamu pikirkan. Mungkin cita- citamu, atau mantan yang baru mencampakkanmu bulan lalu. Setidaknya, sinar bulan puranama yang berpendar dikedua mata besar nan indah itu memberitahuku bahwa aku tak sendiri. Kita...

Klepon Isi Cinta Infiniti

Namanya juga anak rantau. Dulu SMA uda 3 tahun jarang bgt pulang, kuliah uda 2 th. Sekalinya pulang, aku curhat ke mama. "Ma, aku pengen klepon deh. Dah lama gak makan.." "Oke,  sesuk nek ana sing ider yo .."  (besok kalo ada yg jualan ya) Besoknya,.. "Ma! Bawa apaan tuh?! Gede banget! Oleh2 buat siapa?" "O! Ini apik2 (bagus2)buat kamu!" "Wa! Makasih maa!!!!" Pikirku, "Wah, mama tumben banget. Beliin apa ya?" Eh.. Pas dibuka, aku gaktau harus seneng, sedih, ketawa, marah, atau bingung..SPEECHLESS! Itu bungkusan isinya KLEPON, TUJUH BUNGKUS! SEBUNGKUS ISI SEPULUH PULA! "MAAA?! Mau kasi makan gajah?!" "Lhooooo, katane pengen!" (kata mamaku dengan ekspresi super innocent kyk newborn baby Dalam hatiku "Gilak! KLEPON SEGEDE BAKSO! 70 BIJI!" #terbengong-bengong "Orak sisan sing dodol dipek mantu?" (gak sekalian yang jual dijadiin menantu?) "Ma, bantuin makan dong...