Langsung ke konten utama

Postingan

Siam Reap, Kamboja

Akhirnya setelah Lijun "kuusir" dari hotel, aku langsung tidur karena jam tujuhnya, kami udah harus nunggu jemputan bis dari stasiun yang entah ada di mana. 6.50 pagi. Aku ketiduran, tapi entah kenapa bangun padahal gak pake alarm. "JEEEES!!! BANGUUUN!!!! UDAH JAM TUJUH!!!" "APAAA?!!!"  Entah bagaimana caranya, kami langsung loncat dari kasur, lari keluar, cari taksi, dan sampai di sana tepat pukul tujuh! Benar- benar sepuluh menit paling produktif sepanjang hidupku.. Sesampainya di stasiun kami langsung lari- lari nyari KFC tapi gak ketemu. Entah kenapa, susah banget komunikasi sama orang sana. Gak ada yang tau KFC itu apa!!! Ternyata, oh ternyata, KFCnya udah tutup! DASAR EDAN SUPIR BISNYA! Haiyaaa!! Gak lama, kami dijemput taksi pribadi dan dilempar ke tuk- tuk, baru sampai ke pemberhentian bis. Akhirnyaaa~~~ Perjalanan panjangpun dimulai! Setelah perjalanan yang melelahkan di dalam sleeping bus, akhirnya aku tiba di perbatasan Thai- Kamboja (Arany...

SIAM NIRAMIT - My Very First Date

19 Januari 2017 Siangnya, aku sama Jeje pergi nonton pertunjukan Siam Niramit. Bisa naik MRT ke sana dan ada free shuttle bus- nya :) Emang si tiketnya agak mahal antara 1200an Bath. Tapi kalau beli online, cuma 800an aja! Kalau gak salah pertunjukannya mulai jam enam sampai delapan malam. Kami sengaja datang jam empat dan jalan- jalan di Desa Wisatanya! Di sana kalian bisa lihat gajah, foto sama ladyboy cantik, nyobain makanan khas Thai (gratis), belanja sovenir, liat cara pemintalan sutera, minta gelang berkat dari tetua adat, dan nonton tari tradisional Thailand! Kalian juga bisa ikutan joget bareng mereka! Tempatnya instagrammable banget! Dijamin gak bakalan bosen! Tepat pukul enam, pertunjukanpun dimulai! GILAAA!!!! AKU NONTON SAMPE MELOMPONG! BREATHTAKING!!! BAGUS BANGET!!! Ceritanya tentang sejarah kerajaan Thai jaman dulu, sama penggambaran surga dan neraka menurut versi mereka yang dilatarbelakangi agama Buddha. ADA PASUKAN GAJAH, KOLAM DI ATAS PANGGUNG, HUJAN BUATAN, ...

Khao San Road - Jalan Seribu Kenangan

Akhirnya setelah diturunin di Jl. Khaosan, Jeje pesan hostel, namanya Landscape. Kalau gak salah harganya sekitar 150B semalem."Gile Jess!!! MURAH KALI!""Yoi! Ratingnya empat nih! Ada foto bule senyum gaya pake sepeda di depannya lagi! Kayaknya sih tinggal belok kanan sampai!" Setelah kami cari- cari, gak ketemu lho!!! Ketemunya malah kaya garasi tutup gitu, sampe nanya orang! Pada gaktau! Heran aku!!! Akhirnya ada om2 India yang tau... Ternyata uda pindah cuma beberapa meter di depan. DENG DENG DENG!!!! ASTAGAAAAAAAAAAA!!! Pantas gak ketemu!! Uda lampu plangnya MATI! Plangnya KECIL! kira2 seukuran ubin gitu warna biru busuk) TULISANNYA PAKE MANDARIN LAGI! Ada sih tulisan "Landscape"nya, tapi mini banget dibawah, kaya keterangan *syaratdanketentuanberlaku*Busyet deh.. Pas masuk, kami langsung dapat surprise! "AAA!! F*CK!" Jeje teriak! Begitu melangkahkan kaki, langsung ada kubangan kencing dan tai anjing, dan gaklupa anjingnya ya...

LAMBANG CINTA

LAMBANG CINTA Di Cina, cinta dilambangkan dengan sepasang bebek mandarin, atau burung bersayap satu yang kalau mau terbang harus sama pasangannya. Orang baratpun punya merpati atau angsa, yang cuma kawin sekali seumur hidupnya. Bagi kalian yang mengira Indonesia gakpunya binatang lambang cinta, KALIAN SALAH BESAR! Kita punya Mimi lan (dan) Mintuno. Binatang ini sangat terkenal dikalangan masyarakat Jawa karena selalu ditemukan berpasangan. (Orang yang tinggal di PULAU Jawa (termasuk JKT) kalau gak tau keterlaluan!) Sebenernya mereka hewan apaan si? Dulu aku kira mereka itu kepiting, ternyata bukan. Melainkan adalah sejenis katam berekor panjang (Belangkas). Dibanding hewan lambang cinta negara lain, punya kita emang bentuknya paling creepy. Tapi buatku, Mimi lan Mintuno itu hewan TEROMANTIS sejagat! Soalnya, Mimi si betina selalu menggendong Mintuna, si jantan, karena ukurannya yang lebih besar. Dengar- dengar, kalau mereka dipisahkan, dua- duanya bakal mati. Satu lagi aturan...

Bangkok - Ayutthaya

Bangkok, 17 Januari 2017 Berbekal empat baju dan dua celana, serta bawaan lain yang kalau ditimbang semua, totalnya hanya empat setengah kilogram, aku memulai perjalanan selama tiga puluh lima hari keliling empat negara, menjajaki mimpi sedari kelas satu SMA, dibiayai dari hasil menabung satu tahun kerja. . Banyak yang bilang aku hilang akal, karena kami hanya pergi berdua dan hanya memesan kamar pada hari pertama di dekat bandara Don Mueang, tanpa tujuan dan rencana yang jelas pada hari- hari berikutnya. . Malamnya, sampailah aku di bandara dan langsung menyambut sepupuku, Jessica yang lagi minum kopi di aula kedatangan. "JESSSSSSSSSSSS!!!! Akhirnya yah!!!!" (peluk teletabis) Karena laper, kamipun langsung cus ke kafe Parking Toys yang kata orang terkenal di Bangkok. Dan ternyata... TOMYUMNYA ENAK BANGEEET!!! Itu adalah tomyum terenak yang pernah aku makan!!! Walaupun agak mahal, tapi worth it karena tempatnya cucok buat foto- foto, pelayannya manis- manis, dan bisa...

Susahnya Jadi Orang Kuat

Setelah aku pikir- pikir, sebenarnya semua ke frustrasianku ini ada baiknya juga. Aku gak nyangka bakal dapat kesempatan belajar di Taiwan dan dapat kerjaan yang baik dan bikin betah. Dari kecil meskipun aku terlahir dari keluarga yang mapan ( gak susah lah), tapi tetep ada beberapa pengalaman yang kadang membuatku merasa aku tidak berharga, feel unloved, dan terasing. 1. Dari kecil, seingatku TK kali.. Aku sering dihajar, seingatku mungkin nyaris setiap hari. Dan kalau papa marah itu aku bakal dikunci di kamar terus dipukul pakai sapu, rotan, kemoceng, apapunlah... Pokoknya sampe dia puas. Aku dulu nangis bukan karena badan yang sakit, tapi karena luka hati. Sampe suatu hari waktu dihajar, aku gak nangis, dan itu bikin tambah papa kesetanan. (Aku sekolah di Jakarta juga karena alasan itu sih, supaya jauh2 dari papa) 2. Waktu sekolah SMP, aku milih sekolah di negeri. Kalo gak salah, satu sekolah cuma ada 6 orang yang keturunan Chinese (kelas 1-3) dan belasan orang non muslim. Aku ...

I'm Totally A Loner

Kata siapa aku seneng di Taiwan? Kata siapa temenku banyak? Di sini aku malah stress. Aku merasa hidup ini kadang gak ada artinya. Sekolah paling cm ada satu temen, sampenya di rumah... Sendiri...... Totally by myself and I know I have to deal with that. Tapi tetep aja rasanya gak biasa walaupun di sini udah tiga tahun. Mungkin aku salah menempatkan hati. Jadi, aku memutuskan mati- matian kerja biar gak kesepian. Ironis, bukan? Sering habis pulang sekolah/ kerja terus menghela nafas, rasanya pengen nangis tapi airmata udah habis. Bener lho, capek hidup kaya gini. Hampa banget! Gak ada yang bisa diajak berbagi cerita dan mengertimu seutuhnya. Siapa peduli coba? Walaupun sikonnya jauh lebih baik dari Indo, tapi tetap rumah di kampung Pekalongan adalah yang terOYE. Haeh! Masih dua tahun pulak! Jiayoulah... :(